AHMAD SAHRONI. Anak Priok Meraih Mimpi.

0
75

IntipBuku

Suatu Hari di Akhir Tahun 2012 wartawan senior Karni Ilyas bercerita tentang seorang anak muda yang baru dikenalnya. Karni terkesan karena waktu merantau ke Jakarta tahun 1970-an, ia pun pernah tinggal di Tanjung Priok dan tidur di bawah gerobak nasi milik kerabatnya—mirip dengan penggalan hidup Ahmad Sahroni.

“Hebat itu anak. Ibunya tukang jual nasi Padang di pelabuhan Tanjung Priok. Sekarang dia jadi pengusaha sukses!”

Dari semua tokoh yang pernah saya tulis atau saya sunting kisah hidupnya, inilah kali pertama saya menulis tentang seseorang yang hanya dikenal oleh segelintir orang. Tapi saya tertantang karena zig zag kehidupan sosok ini luar biasa. Semua orang yang mengenalnya tidak menyangka dia bisa seperti sekarang. Bahkan, setelah selesai menulis pun saya masih sulit percaya bahwa ini kisah nyata.

Seperti ketika biografi Barack Obama belum ditulis, ketika Ibnu Sutowo belum bercerita kepada Ramadhan K.H., dan ketika Karni Ilyas menyimpan sendiri kisah 40 tahun perjalanan hidupnya sebagai wartawan, tidak banyak yang tahu lika-liku perjalanan hidup mereka.

Ahmad Sahroni menunjukkan bahwa semua orang pada dasarnya adalah orang kaya. Orang biasa, tanpa terkecuali, sebenarnya punya semua yang dimiliki Roni, yaitu: kerja keras, tidak gampang menyerah, sabar, dan jujur. Tapi kebanyakan kita lupa bahwa harta itu melekat pada diri kita.

Menulis bukan sekedar menata kata-kata agar disuka pembaca. Menulis adalah membukukan harapan. Selamat membaca kisah yang menginspirasi ini.

AHMAD SAHRONI. Anak Priok Meraih Mimpi.
Jakarta: Ruas, 2013
( xiv + 128 halaman; 18 x 24 cm )
Cetakan pertama Agustus 2013

UlasBuku

RupaRupa

Indonesia Book Fair 2013

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here