Menelusuri 40 Tahun Karni Ilyas

0
61

Sosok Karni Ilyas tentu tidak lagi asing di dunia jurnalistik, debutnya sebagai pembawa acara di Indonesia Lawyer Club (ILC) kian melambungkan namanya. Karni dengan suaranya yang khas memulai perantauannya dari Padang menuju Jakarta berbekal uang lima ribu perak di kantung celananya.

Di luar pengetahuan tentang teori hukum dan praktiknya, Karni menyerap ilmu menulis dari semua seniornya di Majalah Tempo, terutama Ahmad Bastari Asnin, Harun Musawa, Goenawan Mohammad, dan Syu’bah Asa. Teknik wawancara yang di dalamnya mencakup cara bertanya dan menggali informasi, diakui oleh Karni dipelajarinya secara otodidak melalui pergaulan selama bertahun-tahun di Pasar Raya Padang. Ia tak pernah merekam perbincangan dengan narasumber, melainkan mendengarkannya saja dan begitu sampai di kantor, ia tulis hasil wawancara tersebut dalam bentuk berita.

Meniti karir dari bawah mesti dijalani Karni dengan penuh perjuangan. Itulah mengapa baginya, setiap berita harus diburu untuk mendapatkannya. Tidak ada istilah jauh, hujan, atau sulit menghubungi narasumber. Baginya, wartawan itu baru kerja jika orang yang dikejar itu tidak mau diwawancara. Semangat, disiplin dan kerja keras yang dimiliki Karni selalu dialirkan pada semua reporternya agar tidak didahului oleh kompetitor. Sebuah peristiwa yang bernilai berita bisa meletus kapan saja. Siapa yang telat mengantisipasinya, tidak akan pernah jadi yang pertama.

Hal inilah yang dituangkan oleh Fenty Effendy dalam buku keenamnya berjudul Karni Ilyas Lahir Untuk Berita. Pendiri National Press Club of Indonesia (NPCI) ini tidak hanya bertumpu pada kisah hidup Karni sebagai sumber utama penulisan, namun ia juga menggunakan riset kepustakaan, seperti surat kabar dan majalah tahun 1970-an hingga 1990-an untuk mendukung tulisannya.

Dalam bukunya, Fenty juga menampilkan cuplikan berita yang pernah ditulis oleh Karni. Hal ini membuat pembaca seolah dibawa masuk ke masa lalu Karni dan menikmati tulisan yang pernah dibuatnya sejak masa-masa awal menjadi wartawan. Dari sana, pembaca diajak untuk mengikuti langsung kejadian apa saja yang pernah diliput, hingga akhirnya membuat Karni sukses menghasilkan headline eksklusif di awal karir.

Penulis tidak hanya sekedar mewawancara dan menulis biografi tentang sang tokoh. Penggunaan bahasa yang jauh dari kesan kaku dengan sudut pandang pertama sang tokoh membuat pembaca terasa sedang mendengar kisah langsung dari seorang Karni Ilyas.

Fenty sendiri bukan hanya sekedar menjalani fungsinya untuk sekadar menuliskan kisah, ia memberi sentuhan yang menarik hingga pembaca menjadi terasa dekat dan mengenal langsung sosok Karni melalui untaian kata yang dirangkainya. Celetukan khas Karni jadi bumbu yang menarik bagi pembaca. Ucapan dan ungkapan yang natural dari Karni menjadi sesuatu yang menginspirasi, hingga buku ini pantas dibaca oleh banyak kalangan.

Pembaca seperti digiring menuju masa-masa di mana Karni mulai berkarir dengan kepekaannya sebagai seorang wartawan. Mengikuti kasus demi kasus, mulai dari eksekusi Henky Tupanwael, memburu ketua MA Oemar Seno Adji, hingga tentang Adnan Buyung yang tersandung kasus contempt of court. Secara detail, Fenty meramu fakta-fakta dari kasus yang pernah ditulis Karni, dengan tambahan cerita yang membuat pembaca seolah seperti berada langsung di tempat kejadian.

Fenty tidak hanya merangkai fakta-fakta dan data, tapi ia memberikan sentuhan cerita di dalamnya. Dalam buku ini, penulis berhasil membuat sang tokoh seperti sedang bercerita, mengisahkan rangkaian hidup yang dijalani lewat pertalian antara fakta dan cerita. Ia memaparkan dengan menarik bagaimana peranan Karni saat turut serta dalam membenahi Jawa Pos, jatuh bangunnya menjalani peran sebagai Pemimpin Redaksi di Majalah FORUM Keadilan, hingga tentang kisah bagaimana terbentuknya Jakarta Lawyers Club, yang menjadi awal mula dari Indonesia Lawyers Club.

“Kalaupun lahir kembali, saya maunya tetap jadi wartawan.” – Karni Ilyas.

*Tika Sylvia Utami (dimuat di Kompasiana tanggal 30 Juli 2013 dengan judul “Menelusuri 40 Tahun Karni Ilyas Dalam Berita”)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here