Bedah Buku “Ibnu Sutowo: Saatnya Saya Bercerita!”

0
91

Jum’at 28 Desember 2012-Perpustakaan Kantor Pusat Pertamina mengadakan kembali acara bedah buku, untuk kali ini buku yang dibahas secara mendalam adalah buku biografi Ibnu Sutowo yang notabene merupakan mantan Dirut PT. Pertamina. Buku ini ditulis oleh Ramadhan K.H., seorang penulis yang telah cukup sering menulis mengenai biografi di antara lainnya buku biografi Soeharto.

Bedah buku “Ibnu Sutowo: Saatnya Saya Bercerita!” dibahas oleh Fenty Effendy selaku editor buku tersebut. Buku ini tidak hanya membahas mengenai kehidupan pribadi seorang Ibnu Sutowo namun tidak lepas perusahaan tempat beliau bekerja yakni PT. Pertamina yang dulu bernama PN Pertamina gabungan dari Pertamina dan Permina. Di mana Presiden Soeharto menunjuk langsung Ibnu Sutowo sebagai Presiden Direktur.

Dalam memimpin perusahaan Ibnu Sutowo juga tidak terlepas dari konflik. Ia dituduh melakukan korupsi, namun dari tuduhan yang membanjiri, Ibnu yakin dirinya tidak salah dan tidak korupsi. Namun pada akhirnya Ibnu Sutowo juga dilengserkan oleh para komisaris perusahaan yaitu Menteri Pertambangan, Menteri Keuangan, Menteri Ekuin, Menteri Perindustrian dan Menteri Pertahanan dan Keamanan. Dia legowo, tetapi penasaran, ingin tahu apa sebabnya diganti. Dengan bantuan Frans Seda, dia mendapat konfirmasi, Presiden Bank Dunia MacNamara yang ingin dia diganti.

Singkatnya, Ibnu Sutowo disempowered karena ketegasannya tekadnya melaksanakan Pasaal 33 UUD 1945 sebagai benteng nasionalisme ekonomi bahkan ia sempat menepuk dada bahwa misi konstitusi ini dapat dilaksanakan, dan ia melaksanakannya dalam artian riil. Ibnu Sutowo mengerti makna kedaulatan Negara, maka ia menolak dominasi ekonomi asing terhadap Indonesia. Di situlah ia menjadi musuh korporat imperialisme asing. Seperti yang beliau tuturkan “Celakalah orang kaya tetapi bodoh, sebab akhirnya ia akan dikuasai oleh orang yang lebih pintar.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here