Titik Balik Bima Arya

0
42

Bima Arya

IntipBuku

Mengapa judulnya “Titik Balik”? Karena setiap orang pasti akan dihadapkan kepada pilihan-pilihan hidup. Termasuk pada Bima Arya, anak gaul yang merayakan ulang tahun ke 17 dengan jas dan dasi kupu-kupu, yang dari SMA sudah menyetir mobil sendiri, kuliah dengan rambut gondrong dan memakai anting, dan termasuk beruntung mencicipi liburan ke luar negeri.

Titik balik pertama Bima Arya terjadi menjelang usianya ke 25. Ayahnya, Brigjen Polisi Toni Sugiarto, meninggal karena kanker. Uang terkuras untuk biaya berobat. Kuliah S2 di Melbourne terancam gagal. Ayahnya berpesan: “Apapun yang terjadi, kamu harus jadi Doktor di umur 30”.

Bima ikut mendirikan PAN di Bandung tahun 1999. Ditawari kursi sekretaris, dia menolak. Tak sepakat dengan kebijakan Amien Rais, ia non aktif dan fokus mengajar. Inilah titik balik kedua alumnus Hubungan Internasional FISIP Universitas Parahyangan ini.

Titik balik ketiga, setelah meraih gelar Doktor dari Australia National University dan populer sebagai pengamat politik, muncul pertanyaan: ‘popularitas itu untuk apa?’

Kontemplasinya menghasilkan jawaban seperti ini: “Ada hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan ketika kita menikmati karir dan popularitas sebagai pengamat, yaitu kawah candradimuka sebagai seorang pemimpin. Saya ingin merasakan bagaimana susahnya menyelesaikan persoalan. Saya ingin merasakan nikmatnya difitnah oleh orang, terhadap apa yang tidak pernah kita lakukan. Saya ingin merasakan dihujat, dikritik, dan diserang oleh banyak orang, terhadap hal-hal yang barangkali kita lakukan atau tidak kita lakukan.”  (halaman 222-223).

Titik balik keempat, ketika berbagai persoalan di partai membuatnya sempat berpikir untuk keluar. Doa yang dibisikkan ayahnya, “A Father’s Prayer” dari Jenderal Douglas McArthur –pemimpin pasukan AS yang disegani di masa Perang Dunia II, kembali terngiang. Begini terjemahan bebasnya:

“Tuhanku, aku mohon agar putraku jangan dibimbing di jalan yang mudah dan lunak, tetapi di bawah tekanan dan desakan, kesulitan dan tantangan. Didiklah putraku supaya teguh berdiri di atas badai serta berbelas kasihan terhadap mereka yang gagal. Bentuklah putraku supaya menjadi manusia yang berhati jernih, yang cita-citanya tinggi. Putra yang sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum berhasrat memimpin orang lain.”

Tidak ada orang yang besar tanpa cobaan, tanpa rintangan, tanpa masalah. Anak muda, temukan Titik Balik kalian. Itu pesan Bima Arya dalam bukunya. FE14x14

Cetakan pertama, Ruas, Mei 2013
Foto sampul: Bima Arya (koleksi pribadi)
Katalog Dalam Terbitan
Titik Balik BIMA ARYA
Jakarta: Ruas, 2013
( xii + 236 hlm; 18 x 24 cm )
ISBN 979-25-1646-8

UlasBuku

RupaRupa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here