Tom’s Review. Bacaan Wajib Para Wartawan

0
39

Bacaan wajib para wartawan, bacaan inspiratif bagi pemuda. Membuat pembaca merenung pada tiap bab. Ditulis dengan gaya sederhana (bukan biasa saja atau datar, melainkan sederhana) sehingga para pembaca yang tidak biasa membaca dapat mudah menyerap pesan moral yang tertulis. Sudut pandang yang digunakan jernih dan menimbulkan kesan seakan-akan Pak Karni sendiri yang bercerita ke pembaca sambil merokok.

Pembaca juga tidak perlu takut kalau penggunaan bahasa di dalam biografi ini bersifat kaku sehingga tidak menunjukkan sisi asli Pak Karni, karena selain pemakaian bahasa yang luwes, bagi mereka yang suka menonton Indonesia Lawyers Club pasti akan langsung merasakan kalau ini memang biografi Pak Karni, ini kisah perjalanan beliau, bukan seakan-akan sang penulis menghampiri beliau, mewawancara, lalu main ketik.

Sejak muda beliau terus meniti karirnya sebagai wartawan, kalau berbicara tentang pekerjaannya sebagai Pemburu Berita hanya ada istilah kerja, kerja, kerja dan kerja keras dalam kamus beliau. Berita itu dicari, beliau tidak suka duduk-duduk menunggu narasumber seperti menunggu tahi hanyut, beliau lebih suka mencari si narasumber sendiri.

Ia juga tidak suka yang namanya mewawancara ramai-ramai, tapi lebih suka mewawancara sendiri agar mendapat berita yang eksklusif. Kata-kata Pak Karni bukanlah sebatas kata-kata, karena beliau juga mengalami sendiri bagaimana saat muda ia mencari-cari sendiri sumber yang dia inginkan demi berita hanya bermodal nama RW dan kelurahan.

“… karena itu saya tak bisa bayangin wartawan sekarang. Sudah dikasih alamat lengkap dan nomor telepon, kalau bisa masih minta diteleponkan dari kantor. Sudah diberikan nomor handphone narasumber, masih minta dibikinkan janji. Lebay itu namanya.”

Beliau memang ahli dalam hal hukum (kecuali hukum karma dan hukum rimba) tetapi bukan hanya kecerdasan dalam bidang hukum yang menjadi modal, tetapi lingkaran pertemanan yang luas mulai dari kalangan advokat, hakim agung, profesor, kepolisian, preman dan menteri sangatlah berperan dalam karirnya. Bahkan dalam hal kekuasaan sepertinya hanya Presiden Soekarno yang tidak pernah mengenal Pak Karni.

Dan yang paling patut dipuji dari beliau adalah pandangannya yang jernih terhadap ketidakadilan hukum. Asas-asas hukum digenggamnya teguh, beliau bukanlah wartawan karbitan yang kerjanya duduk-duduk di belakang meja lalu iseng memimpin diskusi ILC. 40 tahun sudah pengalamannya sebagai wartawan lapangan, dan tepat saya rasa jika saya mengatakan bahwa cara pandang beliau memang berlandaskan keadilan dan kebenaran, sehingga beliau selalu objektif dalam menyikapi suatu permasalah hukum di Republik ini.

Ada juga orang-orang yang berusaha menjatuhkan dan menikam beliau dari belakang, tetapi beliau bukannya kesal, malah mensyukuri hal tersebut. Segala yang pahit dari yang paling pahit telah dikenyamnya dalam perjalanan menuju posisinya sekarang; Mulai dari berjalan 9 kilometer untuk menjual koran (kalau korannya gak laku harus jalan kaki lagi 9 kilo, karena gak ada ongkos pulang untuk kereta), melapor pada bos preman gudang beras ketika ada truk beras yang menurunkan bawaannya agar ia diberi jatah, mengumpulkan tanah yg bercampur serpihan emas di trotoar untuk dijual lagi, sampai menjadi Presiden pada forum diskusi paling bergengsi di negeri ini: Indonesia Lawyer Club, dengan pendapatan 1 M tiap minggu. Tawaran sebagai petinggi sebuah perusahaan kimia sampai jaksa agung ditolaknya sebagai bukti pengabdian pada dunia jurnalistik.

Seperti halnya orang-orang terkenal lainnya, beliau memulai segalanya dengan mimpi. Beliau memercayai impiannya dan terus bekerja sungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita yang diinginkan sejak kecil. Datang ke Ibukota dengan terancam tidak bisa pulang ke kota kelahiran jika tidak berhasil karena uang yang dimilikinya pas-pasan, tetapi karena mimpinya sudah “merasuki” pikirannya, ia hanya melihat satu jalan: Terus maju demi meraih mimpi.

“Dan saat kau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya berkonspirasi untuk membantumu meraihnya.” –Paul Coelho, penulis kebangsaan Brazil.

*Diambil dari: Tom’s Reviews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here